K.H. Ahmad Sahal
Pengalaman: Pada tahun 1926 menjadi utusan ummat Islam daerah Madiun ke Kongres Ummat Islam Indonesia di Surabaya. Dan pada tahun yang sama membuka kembali Pondok Gontor dengan program pendidikan yang dinamakan “Tarbiyatu-l-Athfal“. Setahun kemudian mendirikan Pandu Bintang Islam dan klub olah raga dan kesenian yang diberi nama “RIBATA” (Riyadhatu-l-Badaniyah Tarbiyatu-l-Athfal). Sejak tahun 1929 mendirikan kursus Kader dan Barisan Muballigihin yang berakhir hingga tahun 1932. Pada tahun 1935 beliau mengetahui Ikatan Taman Perguruan Islam (TPI), yaitu suatu ikatan sekokolah-sekolah yang didirikan oleh alumni-alumni TA di desa-desa sekitar gontor. Pada tahun 1937 mendirikan organisasi pelajar Islam yang di beri nama “Raudlatu-l-Muta’allimin”. Selain itu beliau juga mendirikan dan memimpin Tarbiyatu-l-Ikhwan (Barisan Pemuda) dan Tabiyatu-l-Mar’ah (Barisan Wanita).
Pada tahun 1977 tanggal 9 April tepat jam 19.00 WIB beliau wafat menghadap Allah SWT. Meninggalkan seorang istri (ibu Sutichah Sahal) dan sembilan orang putra dan putri, mereka itu adalah: 1) Drs. H. Ali saifullah, alumni Fak. Pedagogy UGM, 2) Ir. Moh. Ghozi, alumni Fak. Pertanian UGM, 3) Siti Arsiyah Zaini (istri Drs. H.M. Zainy). 4) Dra. Ruqoyyah Fathurrahman, alumni Fak. Ilmu Pendidikan IKIP Jakarta. 5) Siti Utami Bakri SH., alumni Fak. Hukum Unibraw Malang, 6) KH. Hasan Abdullah Sahal, alumni Universitas Islam Madinah dan Al-Azhar Cairo, salah seorang Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, 7) Dra. Aminah Mukhtar, M.Ag., alumni S 2 Universitas Muhammadiyah Malang, Pengasuh Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah Coper, Jetis , Ponorogo. 8) H. Ahmad Tauhid Sahal, Guru KMI Pondok Modern Darussalam Gontor. 9) Drs Imam Budiono, alumni Fak. Tarbiyah IAIN Yogyakarta.
K.H. Ahmad Sahal
Reviewed by admin
on
April 24, 2018
Rating:
Reviewed by admin
on
April 24, 2018
Rating:



Post a Comment